Kamis, 21 Februari 2013

Jenis Jenis Hasil Ikan Juwana


                                                    Bandeng

                      Berlimpahnya Hasil Ikan di Kampungku

Hampir 90% -100% orang Juwana doyan makan ikan (Menurut hasil surveyku sendiri…hehehe..). Bagi orang Juwana yang tidak doyan ikan, maka perlu dipertanyakan keasliannya sebagai orang Juwana…:D  

              Pokoknya tiada hari tanpa ikanlah. Kalau tidak makan ikan sehari saja, rasanya badan akan terasa lemas. Ini seperti yang dialami oleh keponakan-keponakanku yang kuliah di Yogya . Mereka diserang rasa rindu untuk makan ikan. Selain jarang ada menu makanan ikan di sekitar kost, kalau adapun harganya mahal. Akhirnya ibu mereka tiap sebulan sekali mengirimi menu masakan ikan yang dipaketkan lewat agen travel. Kadang harga ikan sama ongkos kirimnya lebih mahalan ongkos kirimnya….:D
Sementara sepupuku yang tinggal di Cilacap,  dibela belain pulang Juwana, hanya karena ingin makan bandeng pindang dan sambal. Padahal di Cilacap juga banyak ikan, Tapi katanya, “Rasanya lain, meski cara masaknya sama.”.
Kalau ini sudah mengkhawatirkan, sebab badannya semakin kurus saja gara gara selera makannya yang aneh ini. :D…Makanya saat mereka pada pulang, mereka langsung melampiaskan kerakusannya itu. Sepertinya orang Juwana mirip orang Jepang ya… bedanya kalau orang Jepang doyan ikan mentah, kita tidak

            Tetapi meskipun hasil ikan berlimpah, ternyata sedikit sekali orang Juwana yang bergelut di bisnis restoran seafood. Kalaupun ada hanya beberapa warung kecil, atau sekedar warung tenda di malam hari. Apa mungkin tidak laku ya kalau buka? Orang Juwana kan lebih suka masak sendiri di rumah daripada beli. Sebab harga ikan mentah lebih murah dibanding harga ikan matang direstoran. Selisihnya bisa 3 x lipat. Makanya kalau ingin menikmati kuliner Juwana, caranya ya menginap saja di rumah teman kita yang orang Juwana. Pasti menu menu masakan yang aku tulis akan tersaji di meja makan-meja makan mereka. Kalau tidak tersaji berarti mereka pelit….hahaha…
            Nih di bawah ini ada hasil hasil ikan yang berasal dari Juwana. Ini baru sebagian. Yang lainnya nanti bisa menyusul..

Bandeng 
          Merupakan hasil budidaya tambak di sepanjang pantai utara Juwana. Sebagian besar diusahakan oleh para petani tambak dengan cara pengelolaan yang tradisionalal dan semi intensif. Tambak Juwana memang cocok untuk jenis ikan bandeng. Sepanjang musim,  petani lebih memilih  memberikan bibit bandeng karena bandeng lebih tahan terhadap perubahan cuaca.                                                                                                   






Udang
         Udang bermacam macam jenisnya. Mulai udang Windu, udang putihan, udang tambak , udang laut.Udang yang dipelihara oleh petani tambak adalah jenis udang windu. Selain ukurannya yang besar harganya juga cukup mahal.
Sedang udang tambak adalah udang kecil yang masuk ke tambak saat petani tambak mengalirkan air sungai ke dalam tambak (Udang lebonan. Lebonan dari kata mlebu = masuk) .Udang kecil tersebut akan tumbuh dan keberadaannya bisa mengganggu udang Windu yang dipelihara. Untuk itu petani tambak mengambil udang tersebut dengan menggunakan alat jala kecil yang di sebut nganco.
Udang Laut adalah jenis udang yang berasal dari laut. Kulitnya lebih tebal dan keras. Rasanya juga berbau arus.
Udang putihan adalah jenis udang yang bisa dibudidayakan dan warnanya putih. Ukuran udangnya juga besar, meskipun harganya kalah dengan udang windu. Dalam budidaya udang windu, petani biasanya menggunakan pola tanam. Saat musim hujan biasanya petani tambak baru memelihara udang windu, karena jenis udang windu tidak tahan terhadap air yang terlalu asin.




Blanak, Cukil
         Jenis ikan ini juga berasal dari tambak. Ia masuk ke tambak karena terbawa air sungai yang dimasukkan ke tambak. Keberadaannya sebagai hama bagi anakan udang windu ataupun anakan bandeng.  Cukil adalah ikan kakap yang hidup ditambak. 


Kepiting
        Kepiting tambak rasanya lebih gurih dan manis. Cangkangnya lebih hitam , bening dan  lebih bersih. Untuk jenis kepiting yang bertelur sudah banyak yang masuk ke restoran restoran, jadi harganya cukup mahal. Per kgnya bisa mencapai Rp60,000 sampai Rp100.000. Yang berada di pasar pasar atau yang dibawa tukang sayur keliling biasanya adalah jenis kepiting jantan yang harganya memang murah.



Nus/Cumi
       Sepertinya selalu ada di setiap musim. 1/4 kg nus di tukang sayur harganya sekitar empat ribu (kalau pas murah) sampai enam ribu rupiah. Di pasar harga pasti lebih murah. Harga yang  bertelur paling selisih 500rupiah saja.



Kerang/Bukur
       Adanya musiman. Jenisnya macam macam. Tapi semua enak. Orang Juwana lebih suka memasak dengan cangkangnya daripada yang di kupas, meskipun yang dijual di rumah makan rumah makan lebih banyak yang sudah dikupas.




Ikan Panggang
        Ikan Panggang atau ikan asap adalah olahan ikan yang dipanaskan  di atas  bara api. Ikan yang di dijadikan ikan panggang biasanya ikan tertentu. Menurut hasil tangkapan dibedakan menjadi  dua, yaitu ikan panggang yang berasal dari laut dan ikan panggang  dari tambak. Untuk cara pengolahannya juga ada dua,. Pertama  berupa ikan panggang  irisan dan kedua ikan panggang utuh. 
Jenis ikan dari laut seperti, ikan manyung, ikan pe/cucut, ikan salem, ikan juwi . Sedangkan ikan tambak yaitu ikan bandeng.
Ikan panggang irisan yang biasanya beredar luas di Juwana dan sekitarnya adalah panggang manyung dan panggang pe. Sedang panggang utuh adalah  panggang juwi, panggang salem, panggang bandeng dll.



Ikan Janjan
          Kata orang Juwana, ikan Janjan adalah jenis ikan yang rasanya paling enak. Dagingnya putih dan gurih. Durinya juga  berada ditengah. Sayangnya ukuran ikan ini termasuk kecil. Jadi kalau makan bisa habis banyak.



Jenis jenis ikan lainnya seperti Dorang, Cukil, Tongkol, Pihi dll



1 komentar: